POHON MAHONI
sumber: Dok. pribadi
Klasifikasi Tanaman Mahoni
Pengklasifikasian mahoni berdasarkan tingkat taksonominya (Baskorowati, 2016) yaitu:
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rutales
Famili : Meliaceae
Genus : Swietenia
Species : Swietenia macrophylla
Deskripsi
Tanaman mahoni merupakan pohon penghasil kayu keras yang biasanya dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dibuat perabot rumah tangga serta barang ukiran. Pohon mahoni dapat tuumbuh liar di hutan jati atau tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai dan biasanya ditanam di pinggir jalan sebagai pohon pelindung (Prasetyono, 2012).
Morfologi
Daun pohon mahoni termasuk daun majemuk menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata, tulang daunnya menyirip dan panjang 3-15 cm. Daun muda berwarna merah, setelah tua berwarna hijau (Prasetyono, 2012).
Bunga mahoni termasuk bunga majemuk yang tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga berbentuk silindris dan berwarna coklat muda. Kelopak bunga lepas satu sama lain, berbentuk seperti sendok dan berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk silindris dan berwarna kuning kecoklatan. Benang sari dari bunga mahoni melekat pada mahkota, sedangkan kepala sarinya berwarna putih atau kuning kecoklatan. Mahoni baru berbunga setelah berumur tujuh tahun (Yuniarti, 2008).
Buah mahoni mempunyai tipe buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, dan berwarna cokelat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman (Hariana, 2008).
Manfaat
Tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King) telah digunakan di Asia dan banyak negara lain untuk mengoati berbagai macam penyakit diantaranya dapat digunakan sebagai antimikroba, anti-inflamasi, efek antioksidan, antimutagenik, antikanker, antitumor, dan antidiabetes. Hampir semua bagian tanaman dari tanaman mahoni dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit pada manusia. Buah dari tanaman mahoni ini telah digunakan secara komersial sebagai produk untuk perawatan kesehatan untuk memperlancar sirkulasi darah dan perawatan kulit. Biji dari tanaman mahoni dapat digunakan secara significan untuk pengobatan, di Malaysia biji mahoni telah digunakan secara tradisional untuk mengobati hipertensi, diabetes, dan sebagai anti-inflamasi. Di Indonesia biji mahoni telah digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan diabetes, hipertensi, dan malaria (Moghadamtousi et al., 2013)
Habitat Dan Penyebaran
Mahoni adalah jenis pohon yang tumbuh pada daerah lembab, menyebar secara alami dan dibudidayakan. Mahoni adalah jenis asli dari Meksiko (Yucatan), bagian tengah dan utara Amerika Selatan (Wilayah Amazona). Penanaman secara luas terutama di Asia Selatan dan Pasifik, juga di produksi di Afrika Barat (Nurunnajah, 2011). Sedangkan di Indonesia, tanaman S. macrophylla mulai dibudidayakan di Indonesia khususnya di Jawa sejak tahun 1870-an oleh Belanda. Awalnya jenis ini ditanam di pinggir jalan sebagai tanaman peneduh di sepanjang jalan Daendels (Merak hingga Banyuwangi) (Mashudi et al., 2017). Tanaman ini termasuk tipe tanaman yang mampu hidup pada berbagai jenis tanah yang bebas genangan, reaksi tanah sedikit asam sampai basa, tanah gersang, atau marginal. Jenis ini juga mampu bertahan hidup walaupun tidak hujan selama berbulan-bulan. Pertumbuhan tanaman ini akan optimal apabila ditanam pada tanah subur, bersolum dalam dan pH 6,5-7,5 serta elevasi sampai ketinggian 1.000 m dari permukaan laut (Mashudi et al., 2017).
Komentar
Posting Komentar