Sawo Manila(Sawo Kecik)

 

SAWO KECIK /SAWO MANILA













                                     Sumber: Dok. pribadi                                    

 
             Sumber: Picturethis

Klasifikasi

Samini (2008) menyatakan bahwa kedudukan taksonomi tanaman sawo manila (Manilkara zapota L. Van Royen) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Famili : Sapotaceae

Genus  : Manilkara

Spesies  : Manilkara zapota

Deskripsi

Sawo adalah pohon buah yang memiliki umur panjang. Pohon dan buahnya dikenal dengan beberapa nama seperti sawo, sauh atau sauh manila. Pohonnya besar dan rindang, dapat tumbuh hingga ketinggian 30-40 m, memiliki cabang rendah, sawo memiliki batang yang kasar dan berwarna abu-abu kehitaman sampai coklat tua. Seluruh bagian tanaman mengandung getah berwarna putih susu yang kental. Daun tunggal terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Daunnya bertepi rata dan sedikit berbulu, berwarna hijau tua mengkilap, bentuk bundar telur jorong sampai agak lanset 1,5x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3, 5 cm, tulang daun utama menonjol disisi sebelah bawah (Dalimartha, S, 2006).

Morfologi

     Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah. Bercabang rendah, batang sawo manila berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua. Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental (Juwita, 2013).                

    Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm, coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya bersisik-sisik kasar coklat yang mudah mengelupas, sering ada sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, daging buah lembut, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah. Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lebih kurang 2 cm, keping biji berwarna putih lilin (Juwita, 2013).

Manfaat

Bagian lain tanaman sawo yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah buah muda, kulit batang, dan daun. Masyarakat mengolahnya dengan cara membuat perasan buah muda, teh dari kulit batang, rebusan atau air seduhan daun sawo (Nuraini, 2014). Buah muda, kulit batang, dan daun sawo secara tradisional digunakan masyarakat sebagai obat antidiare, karena senyawa tanin yang terkandung didalamnya dapat menghambat dan membunuh sejumlah bakteri seperti Shigella, Salmonela thypii, dan E. coli (Mufti et al., 2017).

Habitat Dan Penyebaran

   Sawo manila banyak ditanam di daerah dataran rendah, meski dapat tumbuh dengan baik hingga ketinggian sekitar 2500 m di atas permukaan laut. Pohon sawo tahan terhadap kekeringan, kandungan garam dalam tanah yang agak tinggi, dan tiupan angin keras. Sawo dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, akan tetapi pada umumnya terdapat satu atau dua musim berbuah puncak. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah Guatemala, Meksiko dan Hindia Barat. Bangsa Spanyol sebagai penjajah membawa buah ini dari Meksiko ke Filipina, dan kemungkinan dari sana menyebar ke Asia Tenggara. Sawo manila telah ditanam di banyak daerah tropis di dunia (Juwita, 2013).

R  Referensi:

Dalimartha, S. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Volume 4. Jakarta : Niaga Swadaya. 124 hal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu tropis

Andong Merah

Bunga Kincir