Buah kedondong
BUAH KEDONDONG
Sapondias dulcis
KLASIFIKASI
Klasifikasi tanaman kedondong menurut Plantamor (2012) :
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionata
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Spondias
Spesies : Spondias dulcis
DESKRIPSI
Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari family Anarcardiaceae. Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa, kedondong Bangkok, dan kedondong kendeng. Kedondong Karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran raksasa/super, produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun, bentuk buahnya lonjong dengan berat 0.7-1 kg/buah. (Aldoktor, 2013).
MORFOLOGI
Akar, tumbuhan ini berakar tunggang dan berwarna coklat tua. Batang, tumbuhan ini mempunyai batang yang berkayu (lignosus) yang biasanya keras 7 dan kust karena sebagian besar terdiri dari kayu yang terdapat pada pohon dengan bentuk batangnya yang bulat dan tumbuh tegak, percabangan batangnya yaitu simpodial dimana batang pokoknya sukar untuk ditemukan karena dalam perkembanganya kalah cepat dan besar pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya, permukaan batang halus dan berwarna putih kehijauan (Yustine, 2012). Daun, tumbuhan ini termasuk kedalam tanaman berdaun majemuk, bagian yang terlebar yang berada ditengah-tengah helaian daunnya berbentuk jorng (ovalis), pangkal daun runcing (acutus), ujung daun meruncung (acuminatus), warna daun hijaun dengan panjang daunya 5-8 cm dan lebar 3-6cm, dilihat dari arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun kedondong ini termasuk daun yang bertulang menyirip dengan jumlah anak daun yang gasal (imparipinnatus) dan anak daun yang berpasang-pasangan, tepi daunnya rata (integer), tata letak daun tersebar (folia sparsa), permukaan daun licin (laevis) dan mengkilat (nitidus) (Yustine, 2012). Bunga, tumbuhan ini termasuk bunga majemuk (inflorescentia), berbentuk malai (panicula) dimana ibu tangkainya mengadakan percabangan monopodial, pangjang 24-40 cm, panjang kelopak bunganya ± 5cm, jumlah benang sari delapan berwarna kuning, mahkota bunga berjumlah empat sampai lima, lanset, warna bunganya putih kekuningan (Yustine, 2012). Buah, berbuah buni (bacca) dimana buah ini mempunyai dinding lapisan luar yang tipis atau kaku seperti kulit dan lapisan dalam yang tebal, lukan dan berair serta seringkali dimakan,berbentuk lonjong, buah sejati tungga yang berdaging, mempunyai diameter ±5cm dan berserat, warna buah hijau kekuningan 8 dengan rata-rata beratnya ± 0,7-I kg/buah, biasanya buahnya tumbuh dalam jumlah yang banyak. Biji, bijinya bulat dan berserat kasar, warna biji putih kekuningan (Anonim, 2012).
MANFAAT
Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar, tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai, jeli, dan sari buah. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur, serta untuk dibuat acar (sambal kedondong). Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. Kanyunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang, tidak dapat digunakan kayu pertukangan, tetapi kadang – kadang dibuat perahu. Dikenal diberbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah, daun dan kulit perih, dan luka terbakar.
HABITAT DAN PENYEBARAN
Tanaman kedondong banyak ditanam di Negaranegara Asia Tenggara, Salah satu Negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu Spondias Purpurea L. Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa Jepara Jawa Tengah.
Komentar
Posting Komentar